Jakarta, 5 September 2026 – Paris Saint-Germain (PSG) masih belum mampu meraih kemenangan dalam tiga pertandingan pertama Liga Prancis 2026-2027 setelah dipermalukan AS Monaco dengan skor 1-2. Bertanding di Parc des Princes, Paris, Jumat 4 September 2026 malam waktu setempat, pasukan Luis Enrique sebenarnya mampu membuka keunggulan lebih dahulu melalui kapten Marquinhos. Namun, Monaco menunjukkan ketangguhan dengan bangkit pada babak kedua lewat gol Flavio Nazinho dan Stanis Idumbo. Kekalahan tersebut membuat PSG baru mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan liga musim ini. Sebaliknya, Monaco mempertahankan start sempurna dengan sembilan poin sekaligus memperkuat posisi mereka di puncak klasemen sementara.
PSG langsung mengambil inisiatif serangan sejak pertandingan dimulai dan beberapa kali memberikan tekanan kepada pertahanan Monaco. Désiré Doué memperoleh peluang pada fase awal pertandingan, tetapi kiper Monaco Lukas Hradecky mampu menunjukkan ketangguhannya di bawah mistar. Dominasi tuan rumah akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-31 ketika Marquinhos membawa PSG unggul 1-0. Keunggulan tersebut membuat Les Parisiens semakin percaya diri mengendalikan permainan dan mencoba menambah gol sebelum turun minum. Monaco bertahan cukup disiplin sehingga skor 1-0 untuk keunggulan PSG tetap bertahan sampai berakhirnya babak pertama.
Paris Saint-Germain vs AS Monaco
Stadion Parc des Princes • Paris

Paris Saint-Germain
1
Penuh waktu
Hari ini
2

AS Monaco
Give feedback
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah setelah Monaco mulai bermain lebih agresif. Tim asuhan Filipe Luis tidak membiarkan PSG terus menguasai jalannya pertandingan dan berusaha memanfaatkan ruang yang muncul ketika tuan rumah kehilangan bola. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-58 melalui Flavio Nazinho yang berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri kepada para pemain Monaco sekaligus membuat tekanan terhadap pertahanan PSG meningkat. Les Parisiens yang sebelumnya berada dalam posisi nyaman akhirnya harus kembali bekerja keras untuk mendapatkan keunggulan.
Situasi PSG semakin sulit ketika Stanis Idumbo mencetak gol kedua Monaco pada menit ke-72. Serangan tersebut bermula dari pergerakan Denis Zakaria sebelum Aleksandr Golovin mengirimkan bola kepada Idumbo di area pertahanan PSG. Pemain asal Belgia tersebut kemudian menyelesaikan peluang dengan tembakan yang tidak mampu dihentikan Matvey Safonov. Monaco pun berbalik memimpin 2-1 meskipun sempat tertinggal pada babak pertama. Gol tersebut sekaligus memperlihatkan efektivitas Monaco dalam memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan di tengah tekanan besar tuan rumah.
Luis Enrique mencoba mengubah keadaan dengan memasukkan sejumlah pemain dari bangku cadangan, termasuk Ousmane Dembélé dan Ferran Torres. PSG meningkatkan intensitas serangan pada fase akhir pertandingan dan terus mencoba membongkar pertahanan Monaco. Kesempatan menyamakan kedudukan sebenarnya sempat muncul ketika Torres berhasil memasukkan bola ke gawang lawan pada pengujung laga. Namun, gol tersebut dianulir karena Dembélé terlebih dahulu berada dalam posisi offside sebelum memberikan bola kepada Torres. PSG akhirnya harus menerima kekalahan pertama mereka di Liga Prancis musim ini.
Lukas Hradecky menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Monaco membawa pulang tiga poin dari Parc des Princes. Kiper berusia 36 tahun tersebut melakukan sembilan penyelamatan sepanjang pertandingan untuk menggagalkan berbagai peluang PSG. Salah satu aksi penting terjadi pada menit-menit terakhir ketika Hradecky kembali menggagalkan tembakan Dembélé yang berpotensi menghasilkan gol penyeimbang. Penampilan tersebut membuat Monaco mampu mempertahankan keunggulan meskipun terus mendapatkan tekanan. Ketangguhan Hradecky menjadi pelengkap permainan efektif Monaco yang mampu memaksimalkan momentum pada babak kedua.
Hasil ini memperpanjang awal musim yang mengecewakan bagi PSG di kompetisi domestik. Pada dua pertandingan sebelumnya, Les Parisiens sama-sama hanya mampu mendapatkan hasil imbang 2-2 saat menghadapi Rennes dan Lille. Dengan demikian, PSG baru memperoleh dua poin setelah melewati tiga pertandingan Liga Prancis 2026-2027. Mereka juga sudah kebobolan enam gol, menunjukkan lini pertahanan masih menjadi persoalan yang harus segera diperbaiki. Catatan tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan pembuka menjadi start terburuk PSG di Ligue 1 dalam 19 tahun terakhir.
Kondisi tersebut semakin kontras apabila dibandingkan dengan perjalanan Monaco. Klub berjuluk Les Monégasques berhasil memenangkan seluruh tiga pertandingan pertama sehingga mengoleksi sembilan poin sempurna. Kemenangan atas PSG juga terasa lebih bernilai karena diperoleh di kandang juara bertahan setelah mereka sempat tertinggal. Monaco kini berada tujuh poin di depan PSG setelah tiga pertandingan pertama. Performa tersebut memberikan sinyal bahwa persaingan perebutan gelar Liga Prancis musim ini berpotensi berlangsung lebih ketat apabila Monaco mampu mempertahankan konsistensi.
Bagi Luis Enrique, kekalahan tersebut datang bertepatan dengan pengumuman perpanjangan kontraknya bersama PSG hingga 2030. Meski timnya belum meraih kemenangan di liga, pelatih asal Spanyol itu tidak menunjukkan kekhawatiran berlebihan terhadap performa skuadnya. Enrique menilai PSG tetap mampu menciptakan banyak peluang dan memberikan tekanan besar kepada Monaco sepanjang pertandingan. Menurutnya, hasil akhir tidak sepenuhnya menggambarkan kualitas permainan yang diperlihatkan tim. Meski demikian, efektivitas penyelesaian peluang dan konsentrasi ketika menghadapi transisi lawan jelas menjadi pekerjaan yang perlu segera diselesaikan.
PSG kini harus segera mengalihkan perhatian menuju agenda berikutnya karena mereka akan memulai perjalanan mempertahankan gelar Liga Champions. Les Parisiens dijadwalkan menghadapi Slovan Bratislava pada Rabu, 9 September 2026, sehingga waktu untuk melakukan evaluasi tidak terlalu panjang. Kekalahan dari Monaco dapat menjadi peringatan penting sebelum PSG kembali menghadapi persaingan di level Eropa. Sementara Monaco meninggalkan Parc des Princes dengan kepercayaan diri tinggi dan posisi teratas Liga Prancis, PSG justru memasuki periode krusial dengan catatan belum pernah menang dalam tiga laga awal liga. Respons pasukan Luis Enrique pada pertandingan berikutnya akan menentukan apakah start buruk tersebut hanya menjadi fase sementara atau berkembang menjadi masalah yang lebih serius.