Jakarta, 8 Mei 2026 – Penetapan Hari Raya Eid al-Adha tahun 2026 mulai menjadi perhatian masyarakat setelah muncul prediksi adanya kemungkinan perbedaan tanggal pelaksanaan antara pemerintah dan Muhammadiyah. Perbedaan metode penentuan kalender Hijriah kembali menjadi faktor utama yang memengaruhi penetapan hari besar keagamaan tersebut.
Pemerintah Indonesia biasanya menetapkan awal bulan Hijriah melalui sidang isbat yang menggabungkan metode hisab dan rukyat. Penentuan resmi Idul Adha nantinya akan dilakukan setelah pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia mendekati pergantian bulan Zulhijah.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal untuk menyusun kalender Hijriah tahunan. Berdasarkan perhitungan internal organisasi tersebut, jadwal Idul Adha 2026 telah diperkirakan sejak awal dan berpotensi berbeda dengan keputusan pemerintah jika hasil rukyat tidak sesuai prediksi astronomi.
Potensi perbedaan penetapan hari raya sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat sudah cukup terbiasa menghadapi kemungkinan perbedaan awal Ramadan, Idul Fitri, maupun Idul Adha akibat penggunaan metode yang berbeda antar lembaga.
Meski demikian, para tokoh agama terus mengimbau masyarakat agar tetap menjaga toleransi dan saling menghormati perbedaan penetapan hari besar keagamaan. Perbedaan metode penanggalan dinilai sebagai bagian dari dinamika fiqih yang sudah lama berkembang di dunia Islam.
Kementerian Agama juga memastikan sidang isbat akan digelar menjelang penetapan Idul Adha dengan melibatkan para ahli astronomi, organisasi Islam, serta perwakilan berbagai lembaga terkait. Hasil sidang nantinya akan menjadi dasar penetapan resmi pemerintah mengenai tanggal pelaksanaan Hari Raya Kurban.
Di sisi lain, masyarakat mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan menjelang Idul Adha, mulai dari pembelian hewan kurban hingga rencana mudik dan kegiatan keluarga. Kepastian tanggal libur nasional juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan aktivitas masyarakat dan sektor transportasi.
Apapun hasil penetapan nantinya, Idul Adha tetap menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat nilai pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebersamaan. Pemerintah dan berbagai organisasi keagamaan berharap masyarakat dapat menyambut hari raya dengan suasana damai dan penuh toleransi.