Jakarta, 8 Mei 2026 – Raksasa teknologi asal Korea Selatan, Samsung Electronics, dikabarkan mulai menghentikan penjualan sejumlah produk elektronik rumah tangga termasuk televisi di pasar China. Keputusan tersebut langsung menjadi perhatian publik internasional karena China selama ini dikenal sebagai salah satu pasar elektronik terbesar di dunia.
Langkah ini disebut berkaitan dengan semakin ketatnya persaingan dari merek-merek lokal China yang kini mendominasi pasar elektronik domestik. Brand seperti TCL, Hisense, dan Xiaomi disebut semakin agresif menawarkan produk dengan harga kompetitif dan teknologi yang terus berkembang, membuat posisi Samsung di pasar televisi China semakin tertekan.
Laporan media internasional menyebut Samsung tidak sepenuhnya meninggalkan China, melainkan melakukan penyesuaian bisnis dengan menghentikan penjualan beberapa kategori elektronik rumah tangga seperti TV, monitor, kulkas, dan mesin cuci. Sementara bisnis lain seperti smartphone, semikonduktor, dan perangkat medis disebut masih akan tetap berjalan di negara tersebut.
Keputusan ini juga dikaitkan dengan perubahan besar dalam industri elektronik global. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan-perusahaan China berhasil meningkatkan kualitas produk mereka secara signifikan sambil tetap menjaga harga lebih murah dibanding pesaing internasional. Kondisi tersebut membuat banyak perusahaan asing kesulitan mempertahankan pangsa pasar di China.
Selain tekanan persaingan, Samsung disebut menghadapi tantangan lain seperti penurunan profit di sektor TV dan home appliance serta meningkatnya biaya operasional global. Bahkan, divisi TV dan peralatan rumah tangga Samsung dilaporkan mengalami kerugian cukup besar tahun lalu.
Meski demikian, Samsung diperkirakan tetap mempertahankan fasilitas produksi di China untuk kebutuhan ekspor ke pasar internasional. Artinya, pabrik dan rantai produksi tertentu masih akan berjalan meskipun penjualan lokal beberapa produk dihentikan.
Pengamat industri teknologi menilai langkah Samsung mencerminkan perubahan peta persaingan elektronik dunia. Jika dulu merek global mendominasi pasar China, kini justru perusahaan lokal yang semakin kuat dan mulai menguasai pasar internasional melalui strategi harga agresif dan inovasi teknologi.
Kabar penghentian penjualan TV Samsung di China pun ramai dibahas di media sosial. Banyak pengguna internet menilai langkah tersebut menjadi bukti bahwa persaingan industri elektronik saat ini semakin keras, bahkan untuk perusahaan teknologi sebesar Samsung sekalipun.