Jakarta, 10 Mei 2026 – Sebanyak 96 korban insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi dilaporkan sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan medis. Sementara itu, 12 penumpang lainnya masih menjalani penanganan lebih lanjut di sejumlah rumah sakit karena mengalami luka yang memerlukan observasi dan perawatan intensif.
Pihak rumah sakit menyebut sebagian besar korban yang telah dipulangkan mengalami luka ringan, syok, dan cedera nonfatal sehingga kondisinya dinilai cukup stabil untuk melanjutkan pemulihan di rumah. Tim medis tetap mengimbau para korban melakukan kontrol lanjutan guna memastikan tidak ada dampak kesehatan yang muncul setelah kejadian.
Adapun belasan penumpang yang masih dirawat disebut mengalami cedera dengan tingkat yang lebih serius, mulai dari patah tulang hingga luka benturan di beberapa bagian tubuh. Meski demikian, kondisi mereka dilaporkan dalam pengawasan ketat tenaga medis dan terus menunjukkan perkembangan.
Insiden kecelakaan kereta tersebut sebelumnya sempat memicu kepanikan penumpang dan mengganggu operasional perjalanan di jalur Bekasi. Petugas gabungan langsung melakukan proses evakuasi di lokasi kejadian untuk memastikan seluruh penumpang dapat segera mendapatkan pertolongan.
Pihak Kereta Api Indonesia bersama instansi terkait juga masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Pemeriksaan terhadap kondisi jalur, sistem persinyalan, hingga prosedur operasional menjadi fokus utama dalam proses penyelidikan.
Keluarga korban terus berdatangan ke rumah sakit untuk memastikan kondisi anggota keluarga mereka. Pemerintah daerah dan petugas pelayanan publik juga membuka posko informasi guna membantu proses pendataan korban serta mempermudah komunikasi dengan keluarga.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik terkait pentingnya keselamatan transportasi massal. Berbagai pihak mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional kereta agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan masyarakat tetap merasa aman menggunakan transportasi publik.