Tim nasional Tunisia mengambil langkah besar di tengah berlangsungnya Piala Dunia 2026 dengan menunjuk pelatih asal Prancis, Hervé Renard, sebagai nakhoda baru tim. Keputusan tersebut diambil setelah Tunisia mengalami awal yang sulit di turnamen dan berupaya menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Pergantian pelatih di tengah kompetisi besar menjadi langkah yang jarang terjadi, namun federasi sepak bola Tunisia menilai perubahan cepat diperlukan demi membangkitkan performa tim.
Penunjukan Renard terjadi setelah Tunisia menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Hasil tersebut membuat federasi memutuskan mengakhiri kerja sama dengan pelatih sebelumnya, Sabri Lamouchi, yang baru menangani tim dalam waktu singkat. Kekalahan besar itu menempatkan Tunisia dalam posisi sulit dan meningkatkan tekanan untuk segera melakukan pembenahan.
Renard bukan sosok asing dalam sepak bola internasional, terutama di kawasan Afrika. Pelatih berusia 57 tahun itu dikenal sebagai salah satu juru taktik tersukses di benua tersebut setelah membawa Zambia dan Pantai Gading menjuarai Piala Afrika. Pengalamannya menangani sejumlah tim nasional, termasuk Arab Saudi dan tim putri Prancis, menjadi modal penting bagi Tunisia dalam menghadapi persaingan di level tertinggi.
Nama Renard semakin dikenal dunia setelah membawa Arab Saudi menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Argentina pada Piala Dunia 2022. Kepiawaiannya membangun mental bertanding serta meracik strategi untuk menghadapi lawan yang lebih kuat membuat Tunisia berharap sang pelatih mampu mengangkat kepercayaan diri para pemain dalam waktu singkat.
Federasi sepak bola Tunisia dikabarkan memberikan mandat kepada Renard untuk memimpin tim sepanjang sisa turnamen, dengan peluang kerja sama jangka panjang apabila target tertentu berhasil dicapai. Kehadirannya diharapkan tidak hanya memperbaiki hasil pertandingan, tetapi juga menstabilkan suasana tim yang sempat terguncang setelah hasil buruk pada laga perdana.
Tantangan besar kini menanti Renard. Tunisia masih harus menghadapi lawan-lawan kuat pada sisa pertandingan grup untuk menjaga asa melaju ke babak berikutnya. Dengan pengalaman panjang di turnamen internasional, publik Tunisia berharap sentuhan pelatih berpengalaman tersebut mampu menghadirkan kebangkitan dan menjaga mimpi mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.