Jakarta, 26 Mei 2026 – Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara di Bandung dan Bandara Adi Sutjipto di Yogyakarta guna melayani penerbangan sipil. Kebijakan tersebut disebut sebagai bagian dari langkah pemerintah untuk mengoptimalkan konektivitas udara dan mendukung pertumbuhan ekonomi serta pariwisata di daerah.
Pemerintah menyebut reaktivasi kedua bandara dilakukan setelah mempertimbangkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat dan efektivitas distribusi penerbangan domestik. Bandara Husein sebelumnya mengalami pengurangan aktivitas penerbangan setelah sebagian besar rute dipindahkan ke Bandara Kertajati, sementara Adi Sutjipto lebih difokuskan untuk aktivitas militer dan sekolah penerbangan setelah operasional utama dialihkan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Wakil Menteri Pertahanan juga menegaskan pengaktifan kembali bandara tersebut tetap harus memperhatikan operasional TNI AU agar aktivitas pertahanan dan penerbangan sipil dapat berjalan seimbang tanpa saling mengganggu. Pemerintah disebut sedang membahas pengaturan teknis operasional, jadwal penerbangan, serta pemanfaatan fasilitas bandara agar proses reaktivasi berjalan lancar.
Bandara Husein Sastranegara selama ini dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat pusat Kota Bandung dan lebih mudah diakses masyarakat dibanding Bandara Kertajati yang lokasinya cukup jauh dari pusat kota. Banyak pelaku usaha dan masyarakat sebelumnya berharap aktivitas penerbangan komersial di Husein kembali dibuka untuk mempermudah perjalanan bisnis dan wisata di Jawa Barat.
Sementara itu, Bandara Adi Sutjipto juga dianggap masih memiliki peran penting bagi konektivitas wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan. Dengan kembali dibukanya penerbangan sipil di kedua bandara tersebut, pemerintah berharap distribusi penumpang menjadi lebih fleksibel dan pertumbuhan sektor pariwisata maupun ekonomi daerah dapat meningkat.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari arah baru pemerintah dalam memperluas akses transportasi udara nasional. Presiden Prabowo sebelumnya beberapa kali menekankan pentingnya optimalisasi bandara daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, dan mendukung pengembangan sektor pariwisata nasional.