Jakarta, 3 November 2026 – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap seorang pria berinisial K yang diduga menjadi bandar narkoba di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi pemberantasan peredaran narkotika yang dilaksanakan secara besar-besaran pada Minggu, 1 November 2026. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, membenarkan penangkapan tersebut ketika memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa, 3 November 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pria berinisial K dinyatakan positif mengonsumsi etomidate melalui tes urine. Meski demikian, petugas tidak menemukan barang bukti narkotika secara langsung dari tangan yang bersangkutan ketika diamankan. Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan K dalam jaringan peredaran narkoba serta menelusuri kemungkinan hubungan dengan pelaku lainnya. Penangkapan ini menjadi salah satu perkembangan penting dalam upaya kepolisian membongkar aktivitas perdagangan narkotika di kawasan yang telah menjadi sasaran operasi. https://news.okezone.com/+1
Bismo menjelaskan bahwa K bukan merupakan orang yang baru masuk dalam perhatian penyidik karena namanya telah tercantum dalam daftar target operasi kepolisian. Menurutnya, terdapat 18 orang yang sebelumnya telah dipetakan sebagai sasaran utama dalam kegiatan penggerebekan Kampung Bahari. Informasi mengenai keberadaan dan dugaan aktivitas para target tersebut dikumpulkan melalui proses penyelidikan sebelum operasi dilaksanakan. Ketika petugas memasuki kawasan sasaran, mereka langsung bergerak menuju sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan hasil pemetaan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah memanfaatkan kereta rel listrik atau KRL untuk mendekati kawasan yang berada di sekitar jalur rel. Strategi tersebut dilakukan agar petugas dapat memasuki lokasi dari berbagai arah dan mempersempit kemungkinan pelaku melarikan diri. K kemudian berhasil diamankan sebagai salah satu orang yang telah lama menjadi target penyelidikan. Meski penangkapan telah dilakukan, kepolisian masih perlu mengumpulkan bukti tambahan untuk memastikan peran yang bersangkutan dalam dugaan jaringan peredaran narkotika. https://www.metrotvnews.com+2
Operasi penggerebekan Kampung Bahari melibatkan sekitar 1.800 personel gabungan dari unsur kepolisian, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, serta satuan Brimob. Ribuan petugas tersebut dikerahkan untuk melakukan penyisiran secara serentak di sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Dalam pelaksanaannya, sebagian personel menggunakan KRL, sedangkan kelompok lainnya memasuki kawasan melalui jalur darat dengan kendaraan berbeda. Pendekatan dari berbagai arah dipilih untuk mengantisipasi kondisi permukiman yang memiliki banyak gang sempit dan akses keluar masuk. Berdasarkan laporan hasil operasi pada Minggu, polisi mengamankan sebanyak 27 orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas narkotika di kawasan tersebut. Jumlah tersebut merupakan hasil pendataan yang disampaikan setelah operasi berlangsung, sementara laporan awal sempat menyebut 26 orang diamankan. Petugas juga menemukan sejumlah lokasi yang diduga digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkoba, termasuk lapak-lapak di sepanjang bantaran rel kereta api. Seluruh orang yang diamankan menjalani pemeriksaan untuk menentukan apakah mereka berperan sebagai pengguna, pengedar, atau memiliki keterlibatan lain dalam jaringan tersebut. ANTARA News+2
Selain mengamankan sejumlah orang, petugas gabungan menyita berbagai barang bukti yang ditemukan di lokasi penggerebekan. Barang-barang tersebut meliputi sabu-sabu dalam jumlah ratusan gram, ganja, serta ribuan butir ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika. Polisi juga menemukan satu unit mesin pencetak ekstasi yang menjadi perhatian karena dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan kegiatan produksi atau pengolahan narkoba. Sejumlah senjata tajam dan senjata api turut diamankan dalam operasi tersebut sehingga penyidik perlu mendalami kepemilikan serta kemungkinan penggunaannya. Barang bukti lainnya berupa alat isap narkoba atau bong dan uang tunai yang diduga berasal dari transaksi ilegal. Bismo menjelaskan bahwa sebagian uang ditemukan bersama barang bukti ganja di salah satu titik penggerebekan. Dalam pemeriksaan awal terhadap beberapa orang yang diamankan, polisi mengidentifikasi tiga orang yang diduga sebagai pengguna dan satu orang yang kedapatan memiliki pil psikotropika. Seluruh temuan tersebut masih diperiksa untuk memastikan hubungan antara barang bukti, pemiliknya, dan aktivitas jaringan peredaran narkoba di Kampung Bahari. ANTARA News+1
Dalam penggerebekan tersebut, petugas sempat menghadapi perlawanan dari sejumlah pihak yang berada di kawasan sasaran operasi. Bismo menjelaskan bahwa tindakan tersebut diduga dilakukan untuk mengalihkan perhatian aparat dari titik-titik yang menjadi target utama penyisiran. Namun, petugas tetap melanjutkan operasi sesuai rencana dan tidak menghentikan pemeriksaan terhadap lokasi yang telah dipetakan sebelumnya. Kepolisian juga menemukan indikasi bahwa transaksi narkoba masih berlangsung di sejumlah lapak liar yang berdiri di sekitar jalur rel kereta api. Kondisi tersebut mendorong aparat untuk merencanakan pembongkaran bangunan yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika. Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Dadang Hartanto, sebelumnya menegaskan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan melalui penangkapan pelaku. Menurutnya, pemerintah daerah dan instansi terkait perlu terlibat dalam penataan lingkungan agar lokasi yang telah ditertibkan tidak kembali dimanfaatkan untuk kegiatan ilegal. Pendekatan tersebut juga harus memperhatikan keberadaan masyarakat yang mencari nafkah secara sah di sekitar kawasan, termasuk para pemulung yang bekerja di lingkungan Kampung Bahari. ANTARA News+1
Terkait penangkapan K, Polda Metro Jaya kini berkoordinasi dengan BNN dan Bareskrim Polri untuk menentukan langkah hukum berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah diperoleh. Koordinasi tersebut menjadi penting karena hasil tes urine positif etomidate belum dengan sendirinya membuktikan bahwa seseorang menjalankan aktivitas perdagangan narkotika. Penyidik masih perlu menelusuri keterangan saksi, komunikasi, aliran transaksi, serta bukti lain yang dapat menunjukkan peran K dalam jaringan yang sedang diselidiki. Bismo juga menyoroti kemungkinan masuknya narkotika ke Indonesia melalui berbagai jalur, baik laut, darat, maupun udara. Menurutnya, sebagian bahan baku atau produk narkoba yang ditemukan dalam sejumlah pengungkapan kasus memiliki keterkaitan dengan pasokan dari luar negeri. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat pengawasan jalur masuk barang ilegal membutuhkan kerja sama antarlembaga. Kepolisian mengharapkan dukungan masyarakat untuk melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi berkaitan dengan penyelundupan dan perdagangan narkotika. Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu penyidik memperluas pengungkapan jaringan hingga pihak yang berperan sebagai pemasok atau pengendali utama. Liputan6.com+1
Polda Metro Jaya memastikan upaya pemberantasan narkoba di Kampung Bahari tidak berhenti setelah penangkapan pria berinisial K dan pengamanan puluhan orang dalam operasi sebelumnya. Kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengidentifikasi pihak lain yang diduga terlibat dalam aktivitas peredaran narkotika di kawasan tersebut. Barang bukti yang telah disita akan diperiksa lebih lanjut untuk mendukung proses penyidikan dan menentukan kemungkinan hubungan antarpelaku. Sementara itu, koordinasi dengan BNN, Bareskrim Polri, serta pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat penanganan melalui penegakan hukum dan penataan lingkungan. Aparat juga perlu memastikan bahwa warga yang tidak terlibat dalam tindak pidana tetap memperoleh perlindungan ketika kegiatan penertiban dilaksanakan. Pengawasan terhadap lapak-lapak yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba menjadi salah satu perhatian agar aktivitas serupa tidak kembali muncul setelah operasi berakhir. Bismo menegaskan bahwa polisi akan terus menggunakan berbagai strategi penyelidikan untuk mengejar pihak yang diduga menjadi pengendali peredaran narkotika. Dengan penanganan berkelanjutan dan dukungan masyarakat, kepolisian berharap jaringan peredaran narkoba di Kampung Bahari dapat diungkap secara lebih menyeluruh sekaligus mengurangi risiko penyalahgunaan narkotika di lingkungan permukiman. https://www.metrotvnews.com+2