Jakarta, 9 Mei 2026 – Pergerakan harga pangan nasional kembali mengalami perubahan pada perdagangan hari ini. Sejumlah komoditas tercatat mengalami kenaikan, terutama cabai rawit merah yang masih menjadi salah satu bahan pangan dengan fluktuasi harga paling tinggi di pasar tradisional maupun modern.
Berdasarkan pemantauan harga pangan harian, cabai rawit merah mengalami kenaikan dibanding hari sebelumnya akibat pasokan yang belum stabil di beberapa daerah sentra produksi. Cuaca yang tidak menentu disebut turut memengaruhi hasil panen dan distribusi komoditas hortikultura ke berbagai wilayah.
Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat berada di kisaran Rp31.150 per kilogram. Harga tersebut relatif stabil meski permintaan masyarakat masih cukup tinggi menjelang pertengahan bulan. Pedagang menyebut stok telur di sejumlah pasar masih aman sehingga belum terjadi lonjakan signifikan.
Selain cabai dan telur, beberapa komoditas lain juga menunjukkan pergerakan beragam. Harga beras premium dan medium cenderung stabil, sedangkan bawang merah dan bawang putih di beberapa wilayah mengalami sedikit penyesuaian harga mengikuti kondisi distribusi dan pasokan lokal.
Di sisi lain, harga daging ayam dan minyak goreng masih berada dalam rentang yang terkendali. Pemerintah bersama instansi terkait disebut terus memantau distribusi pangan agar pasokan tetap lancar dan tidak terjadi lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat.
Pengamat ekonomi menilai fluktuasi harga pangan saat ini masih dipengaruhi faktor cuaca, biaya distribusi, dan dinamika produksi di tingkat petani. Karena itu, stabilitas pasokan dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga harga tetap terkendali di pasar.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan terhadap komoditas tertentu karena stok pangan nasional disebut masih dalam kondisi aman. Upaya penguatan distribusi dan operasi pasar akan terus dilakukan apabila ditemukan lonjakan harga yang terlalu tinggi di sejumlah daerah.