Jakarta, 25 September 2026 –
Angkatan Laut Amerika Serikat mengonfirmasi terdapat delapan percobaan bunuh diri di lingkungan gugus tempur kapal induk USS Abraham Lincoln sejak dimulainya penugasan panjang kelompok tersebut pada November 2025. Informasi itu disampaikan Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao melalui surat kepada Senator Kirsten Gillibrand yang mempertanyakan kondisi kesejahteraan dan kesehatan mental para personel. Delapan kasus tersebut tidak hanya mencakup awak kapal induk USS Abraham Lincoln, tetapi juga personel sayap udara, staf gugus tempur dan skuadron kapal perusak, awak kapal pengawal, serta skuadron penerbangan yang ditempatkan bersama kelompok tersebut. Cao menegaskan tidak terdapat personel yang meninggal akibat bunuh diri selama penugasan itu. Pengungkapan tersebut meningkatkan perhatian terhadap tekanan yang dihadapi ribuan personel selama misi panjang yang sebagian besar berlangsung di kawasan Timur Tengah.
USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalannya di San Diego, California, pada November 2025 untuk menjalani penugasan yang pada awalnya diarahkan menuju kawasan Asia. Kapal induk bertenaga nuklir tersebut kemudian dialihkan menuju Timur Tengah pada Januari 2026 ketika ketegangan dengan Iran meningkat. Penugasan yang semula diperkirakan berakhir pada Mei kemudian mengalami sejumlah perpanjangan karena perkembangan operasi militer. Kapal dan kelompok pendukungnya menghabiskan lebih dari 250 hari secara terus-menerus di laut sebelum akhirnya melakukan persinggahan di Thailand pada awal September. Lamanya periode tanpa kunjungan pelabuhan menjadi salah satu faktor yang memunculkan perhatian terhadap kondisi fisik maupun psikologis para personel.
Dari delapan percobaan yang dikonfirmasi, setidaknya dua kasus melibatkan personel yang berusaha masuk atau melompat ke laut. Seorang personel dari sayap udara jatuh atau masuk ke laut pada awal Agustus sebelum segera ditemukan dan diselamatkan, kemudian mendapatkan perawatan medis serta penanganan lanjutan. Dalam kasus lainnya pada Maret, seorang personel dilaporkan mencoba masuk ke laut tetapi berhasil dihentikan oleh rekan-rekannya. Personel tersebut kemudian mendapatkan perawatan dan dipulangkan ke pangkalan asalnya. Angkatan Laut AS tidak membeberkan secara rinci enam kasus lainnya dengan mempertimbangkan aspek privasi dan penanganan kesehatan personel.
Perhatian terhadap kondisi USS Abraham Lincoln sebelumnya meningkat setelah muncul laporan mengenai tekanan psikologis, keterbatasan pasokan, serta sejumlah persoalan fasilitas selama penugasan yang berkepanjangan. Keluarga personel dan sejumlah anggota parlemen mempertanyakan dampak lamanya operasi terhadap kesejahteraan awak kapal. Angkatan Laut AS sebelumnya menyatakan tidak melihat adanya peningkatan pemikiran maupun percobaan bunuh diri secara khusus di kapal tersebut dan menegaskan dukungan kesehatan mental tetap tersedia. Pentagon juga menyatakan kondisi di atas kapal tidak sepenuhnya sesuai dengan sejumlah gambaran yang beredar sebelumnya. Perbedaan penilaian mengenai situasi tersebut kemudian menjadi bagian dari perhatian politik di Washington.
Dalam suratnya, Cao menjelaskan USS Abraham Lincoln membawa sejumlah tenaga dan fasilitas pendukung kesehatan mental selama penugasan. Dukungan tersebut mencakup lima rohaniwan militer, seorang psikolog, seorang pekerja sosial klinis, tiga teknisi kesehatan perilaku, seorang konselor pencegahan terintegrasi, serta seekor anjing pendamping fasilitas ekspedisi. Personel dapat memanfaatkan dukungan tersebut untuk menghadapi persoalan emosional maupun tekanan selama menjalankan tugas. Angkatan Laut menyatakan kesejahteraan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Pengungkapan delapan percobaan bunuh diri membuat efektivitas dan kapasitas dukungan tersebut kembali menjadi perhatian ketika ribuan personel harus menjalani misi panjang jauh dari keluarga.
Gillibrand, yang merupakan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat AS, menyoroti kondisi personel setelah menerima jawaban resmi dari Angkatan Laut. Ia sebelumnya meminta penjelasan mengenai kesehatan mental, kualitas hidup, pasokan, dan kondisi fasilitas di lingkungan gugus tempur USS Abraham Lincoln. Pemerintah AS dan sejumlah pejabat pertahanan sebelumnya membantah atau mempertanyakan laporan yang menggambarkan kondisi di kapal sebagai krisis yang semakin memburuk. Angkatan Laut juga menyatakan tingkat percobaan bunuh diri di lingkungan gugus tempur perlu dilihat dalam konteks data keseluruhan personel aktif. Perdebatan tersebut membuat kondisi penugasan panjang kapal induk menjadi perhatian tidak hanya dari aspek operasional, tetapi juga perlindungan terhadap personel militer.
USS Abraham Lincoln telah meninggalkan kawasan Timur Tengah setelah tugasnya digantikan USS George Washington dan kini bergerak menuju pangkalan asal di San Diego. Kapal sempat singgah di Thailand dan kemudian mencapai Guam dalam perjalanan pulang, sementara jadwal tepat kedatangannya di California tidak diumumkan karena alasan operasional. Pengakuan mengenai delapan percobaan bunuh diri selama masa penugasan menambah perhatian terhadap dampak operasi laut berkepanjangan terhadap kesehatan mental personel militer. Angkatan Laut AS tetap menegaskan tidak ada kematian akibat bunuh diri selama penugasan tersebut dan dukungan kesehatan mental tersedia bagi awak yang membutuhkan. Perkembangan ini diperkirakan terus menjadi bahan pengawasan di Kongres AS, terutama mengenai durasi penugasan, kondisi kehidupan di kapal, dan kecukupan dukungan bagi ribuan personel yang menjalankan operasi dalam jangka panjang.