Jakarta, 22 September 2026 – Band asal Bandung, For Revenge, berhasil meraih dua nominasi dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. Dua nominasi tersebut berasal dari bidang musik berbeda, yakni pop dan rock, melalui dua karya yang terdapat dalam album Perayaan Patah Hati – Babak 2. Lagu “Bandung Hari Ini” membawa For Revenge masuk kategori Duo/Grup Pop Terbaik. Sementara kolaborasi mereka bersama Stand Here Alone lewat “uKYdS” masuk kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik. Daftar nominasi AMI Awards 2026 diumumkan pada Senin, 21 September 2026.
Pada kategori Duo/Grup Pop Terbaik, For Revenge menghadapi persaingan dengan sejumlah grup yang juga memiliki karya menonjol sepanjang periode penilaian. “Bandung Hari Ini” bersaing dengan Juicy Luicy melalui “Gurun Hujan”, Lomba Sihir lewat “Melompat Lebih Tinggi”, Perunggu dengan “Pikiran Yang Matang”, serta Sheila on 7 melalui “Sederhana”. Kehadiran For Revenge dalam kategori pop memperlihatkan jangkauan musikal mereka yang semakin luas. Band yang memiliki akar kuat pada rock alternatif dan emo tersebut kini mampu menempatkan karyanya dalam kategori yang berbeda dari identitas awal mereka.
Persaingan berbeda akan dihadapi For Revenge pada kategori Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik. Dalam kategori tersebut, mereka masuk bersama Stand Here Alone melalui lagu “uKYdS”. Karya itu bersaing dengan “Ritual” dari 510, “Bermimpi” milik Pee Wee Gaskins, “Sisa Asa” dari Stereo Wall, serta “Ke Pasar Bareng Emak” yang dibawakan Sukses Lancar Rejeki. Nominasi ini sekaligus mempertahankan keberadaan For Revenge di bidang rock setelah sebelumnya memperoleh pengakuan di kategori serupa.
Kedua lagu yang membawa For Revenge masuk nominasi merupakan bagian dari Perayaan Patah Hati – Babak 2 yang dirilis pada 2025. Album tersebut berisi 14 lagu dan menjadi kelanjutan konsep musikal yang telah mereka bangun melalui Perayaan Patah Hati – Babak 1. Sejumlah kolaborasi turut menghiasi album tersebut, termasuk bersama Stand Here Alone, Vicky Mono, Wira Nagara, Elsa Japasal, dan Lomba Sihir. Pendekatan kolaboratif membuat album tersebut memiliki warna yang lebih beragam tanpa meninggalkan tema emosional yang menjadi ciri khas For Revenge.
Perjalanan For Revenge sendiri telah berlangsung selama sekitar dua dekade. Band tersebut terbentuk di Bandung pada 18 April 2006 dan berkembang dari skena musik lokal dengan membawa karakter rock alternatif serta emo. Mereka kemudian melewati berbagai fase melalui album seperti Fireworks pada 2010 dan Second Chance pada 2013. Popularitas For Revenge semakin meluas ketika memasuki era Perayaan Patah Hati, terutama setelah sejumlah lagu mereka menjangkau pendengar yang lebih besar. “Serana” menjadi salah satu karya yang ikut memperkuat identitas mereka melalui tema kehilangan dan patah hati.
Perkembangan tersebut berlanjut ketika For Revenge bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia pada 2024. Fase baru itu menghasilkan sejumlah rilisan seperti “Sadrah”, “Penyangkalan”, dan “Semula”. Pada AMI Awards 2025, For Revenge bahkan berhasil memperoleh penghargaan Artis Solo/Grup/Kolaborasi Rock Terbaik melalui “Penyangkalan”. Dua nominasi pada penyelenggaraan 2026 dengan demikian menambah catatan mereka di ajang penghargaan musik nasional. Kali ini, For Revenge mempunyai peluang melalui dua karya dan dua bidang musik berbeda.
Meski demikian, dua nominasi tersebut belum menentukan hasil akhir penghargaan. For Revenge harus bersaing dengan empat nomine lain pada masing-masing kategori sebelum pemenang diumumkan. Karena itu, kemungkinan mereka membawa pulang dua penghargaan masih bergantung pada hasil penilaian AMI Awards. Keberhasilan masuk kategori pop sekaligus rock tetap menjadi pencapaian tersendiri karena menunjukkan dua karya dari satu fase album dapat memperoleh pengakuan melalui karakter musikal berbeda.
AMI Awards 2026 merupakan penyelenggaraan ke-29 dan mengusung tema “Ruang Nada Nusantara”. Tahun ini terdapat 67 kategori penghargaan dengan empat kategori baru yang mengakomodasi perkembangan musik di Indonesia. Sekitar 5.360 lagu tercatat masuk dalam proses AMI Awards 2026, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Setelah melewati proses kategorisasi, penentuan pemenang melibatkan sekitar 4.000 anggota AMI. Besarnya jumlah karya yang masuk membuat persaingan tahun ini mencakup musisi dari berbagai generasi dan karakter musik.
Dua nominasi juga memperlihatkan perjalanan For Revenge dari skena alternatif Bandung menuju jangkauan industri musik yang semakin luas. Mereka tetap membawa karakter emosional yang sudah melekat pada karya-karyanya, tetapi pada saat bersamaan terus melakukan eksplorasi melalui produksi dan kolaborasi. “Bandung Hari Ini” menjadi representasi mereka di bidang pop, sementara “uKYdS” bersama Stand Here Alone mempertahankan sisi rock yang telah lama menjadi bagian dari identitas grup. Perbedaan tersebut membuat dua nominasi tahun ini memiliki arti tersendiri dalam perjalanan For Revenge.
For Revenge kini tinggal menunggu tahapan selanjutnya dari AMI Awards 2026 untuk mengetahui hasil kedua nominasi tersebut. Peluang membawa pulang penghargaan tetap terbuka, tetapi hasil akhirnya akan ditentukan melalui mekanisme penilaian AMI bersama karya para nomine lainnya. Terlepas dari hasil tersebut, masuknya “Bandung Hari Ini” dan “uKYdS” ke dua kategori berbeda sudah menambah catatan perjalanan grup yang terbentuk sejak 2006 itu. Nominasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana For Revenge mempertahankan akar rock mereka sambil memperluas eksplorasi ke ranah pop. AMI Awards 2026 pun menjadi panggung berikutnya bagi band asal Bandung tersebut setelah hampir dua dekade berkarya di industri musik Indonesia.