Jakarta, 7 September 2026 – Pihak Ruben Onsu melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, memberikan tanggapan setelah Sarwendah menunjukkan hasil pemeriksaan kesehatan dengan keterangan nonreaktif di tengah perselisihan mengenai pengasuhan anak. Minola meminta perdebatan mengenai dokumen kesehatan kedua pihak tidak terus diarahkan pada perbedaan administratif yang menurutnya justru menjauhkan pembahasan dari persoalan utama. Ia menekankan bahwa pihaknya sejak awal memegang hasil pemeriksaan Ruben yang juga disebut menunjukkan keterangan nonreaktif. Pernyataan tersebut disampaikan setelah kubu Sarwendah sebelumnya menyoroti adanya perbedaan data tanggal lahir pada dokumen pemeriksaan yang diperlihatkan pihak Ruben. Minola menilai apabila terdapat keraguan terhadap keabsahan dokumen, persoalan tersebut seharusnya dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap lembaga kesehatan terkait. Ia meminta polemik tidak hanya berkembang melalui pernyataan dan dugaan di ruang publik.
Persoalan kesehatan tersebut kembali mencuat setelah pihak Sarwendah memperlihatkan dokumen pemeriksaan laboratorium seusai persidangan gugatan pengasuhan anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk merespons permintaan dari pihak Ruben agar kedua belah pihak melakukan pemeriksaan yang setara. Dokumen yang ditunjukkan kepada publik disebut mencantumkan nilai rujukan nonreaktif. Pihak Sarwendah menegaskan mereka tidak bermaksud menggunakan hasil tersebut untuk menyudutkan Ruben, melainkan menjelaskan alasan kekhawatiran mengenai kesehatan dalam konteks interaksi dengan anak. Mereka juga menyatakan persoalan medis yang lebih rinci nantinya dapat dibuktikan dalam persidangan. Dengan demikian, kedua kubu sama-sama menyatakan mempunyai dokumen kesehatan yang akan menjadi bagian dari argumentasi masing-masing.
Minola kemudian merespons sorotan mengenai adanya perbedaan tanggal lahir Ruben dalam dokumen pemeriksaan kesehatan yang sebelumnya beredar. Menurutnya, perbedaan informasi administratif tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan bahwa proses pemeriksaan tidak pernah dilakukan atau dokumen tersebut tidak berkaitan dengan kliennya. Ia mengatakan terdapat kemungkinan informasi tertentu tidak ditampilkan secara lengkap karena pertimbangan privasi. Namun, penjelasan tersebut merupakan posisi dari pihak Ruben dan belum menjadi kesimpulan dari lembaga medis maupun pengadilan. Minola karena itu meminta pihak yang meragukan dokumen tersebut melakukan verifikasi secara langsung. Menurutnya, pembuktian lebih tepat dilakukan dengan memastikan apakah benar pernah terdapat proses pemeriksaan dan pengambilan sampel atas nama orang yang dimaksud.
Minola juga menjelaskan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan sensitif di fasilitas laboratorium mempunyai prosedur yang harus dilalui pasien. Proses tersebut menurutnya tidak semata-mata datang, mengambil darah, kemudian memperoleh hasil tanpa tahapan pemeriksaan yang berlaku. Karena itu, ia menilai lembaga kesehatan yang melakukan pemeriksaan dapat menjadi pihak yang paling tepat untuk mengklarifikasi apabila muncul pertanyaan mengenai identitas maupun proses pengambilan sampel. Pihak Ruben menyatakan terbuka apabila persoalan tersebut hendak diverifikasi melalui mekanisme yang tepat. Mereka tidak ingin perdebatan berhenti pada dugaan mengenai perbedaan data yang terlihat dalam dokumen. Bagi Minola, pembuktian berdasarkan data dan keterangan pihak terkait akan lebih jelas daripada memperpanjang spekulasi.
Sorotan terhadap dokumen Ruben sebelumnya disampaikan pihak Sarwendah ketika mereka menyebut terdapat kejanggalan pada informasi identitas dalam hasil pemeriksaan. Tim hukum Sarwendah mengaku mempunyai sejumlah bukti medis yang menurut mereka dapat digunakan dalam proses persidangan. Mereka juga meminta integritas data pemeriksaan tetap dijaga dan menyatakan akan membuka materi yang dianggap relevan di hadapan pengadilan. Posisi tersebut berbeda dengan kubu Ruben yang menilai hasil nonreaktif seharusnya cukup untuk menjawab polemik mengenai kondisi kesehatan kliennya. Perbedaan pandangan inilah yang kemudian membuat persoalan medis menjadi salah satu bagian paling sensitif dalam perselisihan kedua pihak. Sampai saat ini, klaim mengenai kejanggalan maupun penjelasan mengenai perbedaan data masih merupakan argumentasi masing-masing kubu.
Minola meminta perhatian tidak hanya diarahkan kepada perbedaan yang ditemukan dalam dokumen. Menurutnya, terdapat persamaan yang lebih penting, yakni kedua pihak sama-sama memperlihatkan hasil pemeriksaan yang disebut nonreaktif. Ia menilai hasil tersebut seharusnya dapat membantu meredakan perdebatan daripada membuka ruang baru bagi spekulasi mengenai kehidupan pribadi Ruben maupun Sarwendah. Pihak Ruben juga beberapa kali menyatakan isu kesehatan merupakan persoalan sensitif yang seharusnya tidak terus diperbesar di ruang publik. Salah satu pertimbangannya adalah dampak pemberitaan terhadap anak-anak yang berada di tengah perselisihan kedua orang tuanya. Minola ingin persoalan yang memang perlu dibuktikan secara hukum diselesaikan melalui mekanisme persidangan.
Sementara itu, pihak Sarwendah sebelumnya menjelaskan pemeriksaan kesehatan bukan dimaksudkan sebagai upaya menghilangkan hak Ruben sebagai ayah. Chris menyebut perhatian terhadap kesehatan muncul karena setelah perceraian Sarwendah tidak lagi mengetahui secara langsung perkembangan kondisi kesehatan mantan suaminya. Menurut pihaknya, kekhawatiran tersebut berkaitan dengan kewajiban orang tua menjaga kesehatan dan keselamatan anak. Mereka juga membantah anggapan bahwa pemeriksaan dilakukan semata-mata untuk mempersulit Ruben bertemu anak-anak. Penjelasan tersebut tetap diperdebatkan oleh pihak Ruben karena persyaratan pemeriksaan kesehatan disebut tidak tercantum dalam kesepakatan yang sebelumnya dibuat kedua pihak. Perbedaan interpretasi mengenai hal itu menjadi salah satu pemicu berlanjutnya perselisihan.
Polemik kesehatan sendiri muncul di tengah gugatan mengenai pengasuhan anak yang diajukan Ruben. Pihak Ruben mempersoalkan pelaksanaan kesepakatan pascaperceraian yang menurut mereka memberikan kesempatan kepada Ruben untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya. Tim hukumnya mengklaim dalam praktiknya terdapat sejumlah hambatan dan persyaratan tambahan yang tidak tercantum dalam kesepakatan awal. Sebaliknya, pihak Sarwendah mempunyai alasan tersendiri mengenai langkah yang dilakukan dalam mengatur interaksi tersebut, termasuk pertimbangan kesehatan anak. Kedua pihak akhirnya membawa perbedaan itu ke jalur hukum untuk memperoleh kepastian. Persidangan diharapkan menjadi tempat untuk memeriksa dokumen dan argumentasi secara lebih terukur daripada melalui perdebatan terbuka.
Minola menegaskan sebagai kuasa hukum dirinya berpegang pada informasi dan dokumen yang diberikan Ruben. Ia menyatakan mempercayai keterangan kliennya sepanjang belum terdapat bukti sah yang menunjukkan sebaliknya. Sikap tersebut juga menjadi dasar ketika pihaknya menanggapi tudingan mengenai perbedaan identitas dalam dokumen pemeriksaan. Namun, pembuktian akhir terhadap materi yang disengketakan tetap berada dalam proses hukum apabila dokumen tersebut diajukan sebagai bukti. Pengadilan dapat menilai relevansi dan kekuatan masing-masing bukti dengan mempertimbangkan keterangan para pihak maupun pihak lain yang diperlukan. Karena itu, pernyataan dari kedua kubu belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum mengenai persoalan yang sedang disengketakan.
Pihak Ruben berharap munculnya hasil pemeriksaan Sarwendah dapat menjadi titik untuk mengurangi polemik mengenai isu kesehatan yang selama beberapa waktu terakhir ikut mewarnai perselisihan keduanya. Minola menilai fokus utama seharusnya dikembalikan kepada kepentingan anak dan penyelesaian persoalan pengasuhan yang menjadi pokok sengketa. Perbedaan tanggal lahir maupun detail administratif lain pada dokumen dapat diverifikasi melalui lembaga yang melakukan pemeriksaan apabila memang dianggap penting untuk pembuktian. Sementara kedua pihak telah menyatakan hasil pemeriksaan masing-masing berketerangan nonreaktif, sehingga Minola meminta persamaan tersebut juga diperhatikan. Perselisihan mengenai validitas dokumen maupun alasan munculnya persyaratan kesehatan tetap dapat diuji melalui persidangan tanpa memperbesar spekulasi di luar pengadilan. Dengan proses hukum yang masih berjalan, kepentingan dan kondisi psikologis anak diharapkan tetap menjadi pertimbangan utama di tengah perbedaan antara Ruben Onsu dan Sarwendah.