Jakarta, 27 September 2026 –
China terus memperluas keterlibatan ekonomi, diplomatik, dan keamanan dengan negara-negara kepulauan yang berada di jalur maritim strategis. Di kawasan Samudra Hindia, Seychelles dan Maladewa menjadi penting karena lokasinya berdekatan dengan jalur perdagangan yang menghubungkan Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa. Sementara itu, Kepulauan Solomon berada di Pasifik Selatan dan bukan bagian dari Samudra Hindia, tetapi sering dibahas dalam konteks yang lebih luas mengenai pendekatan Beijing terhadap negara-negara kepulauan. Infrastruktur, perdagangan, bantuan pembangunan, serta kerja sama keamanan menjadi sejumlah instrumen yang digunakan China dalam memperkuat hubungan tersebut. Namun, keterlibatan Beijing tidak berarti setiap proyek China memiliki tujuan militer karena kepentingan dan keputusan negara penerima tetap menjadi faktor penting.
Seychelles mempunyai nilai strategis karena berada di bagian barat Samudra Hindia dan memiliki wilayah maritim yang luas meskipun jumlah penduduk serta ekonominya relatif kecil. China selama bertahun-tahun membangun hubungan melalui bantuan pembangunan, proyek pendidikan, kesehatan, pertanian, serta kerja sama pertahanan. Seychelles juga pernah menyediakan fasilitas pelabuhan bagi kapal Angkatan Laut China yang menjalankan misi antipembajakan di kawasan tersebut. Beijing memberikan pelatihan pertahanan dan pernah menyumbangkan kapal patroli kepada Seychelles. Kedekatan tersebut memberikan China akses diplomatik dan operasional di kawasan yang menghubungkan pesisir Afrika dengan jalur perdagangan menuju Asia.
Maladewa memiliki posisi berbeda tetapi tidak kalah strategis karena terletak dekat jalur pelayaran utama di Samudra Hindia. Hubungan Beijing dan Malé berkembang melalui berbagai proyek infrastruktur, termasuk China-Maldives Friendship Bridge, sementara kedua negara meningkatkan hubungan menjadi kemitraan kerja sama strategis komprehensif pada 2024. Keterlibatan perusahaan China berlanjut pada 2026, salah satunya melalui pengembangan infrastruktur Pelabuhan Thilafushi oleh China Harbour Engineering Company. Bagi Maladewa, investasi tersebut menawarkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang dibutuhkan negara kepulauan itu. Bagi China, hubungan ekonomi yang semakin luas sekaligus memperkuat kehadirannya di kawasan yang selama ini sangat penting dalam perhitungan keamanan India.
Kepentingan Beijing di Samudra Hindia berkaitan erat dengan keamanan jalur perdagangan dan pasokan energi. Kawasan tersebut menghubungkan China dengan negara-negara penghasil energi di Teluk, pasar Afrika, serta jalur menuju Eropa. Belt and Road Initiative dan Maritime Silk Road kemudian menjadi kerangka penting bagi investasi pelabuhan, jaringan transportasi, serta fasilitas komersial di sejumlah negara. China juga telah memiliki fasilitas militer luar negeri di Djibouti sejak 2017 untuk mendukung operasi angkatan laut dan aktivitas keamanan lainnya. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan kepentingan Beijing di Samudra Hindia tidak terbatas pada perdagangan, meskipun tidak tepat pula menganggap seluruh pelabuhan atau infrastruktur yang dibangun perusahaan China otomatis akan menjadi pangkalan militer.
Kepulauan Solomon memperlihatkan pola berbeda di kawasan Pasifik. Negara tersebut memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan dan mengakui Beijing pada 2019, kemudian hubungan dengan China berkembang ke bidang ekonomi, pembangunan, dan keamanan. Pada 2022, kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama keamanan yang menarik perhatian Australia, Amerika Serikat, Selandia Baru, dan negara-negara Pasifik lainnya. China juga membiayai sejumlah infrastruktur, termasuk fasilitas olahraga, dan pada 2026 menyebut pembangunan pusat medis komprehensif di National Referral Hospital sebagai salah satu proyek yang telah diselesaikan dalam kerja sama dengan negara-negara Pasifik. Perkembangan tersebut memperlihatkan bagaimana hubungan pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan peningkatan kerja sama diplomatik dan keamanan.
Perluasan hubungan China dengan negara kepulauan turut meningkatkan persaingan dengan kekuatan lain. India berusaha mempertahankan perannya sebagai mitra keamanan utama di Samudra Hindia, sementara Amerika Serikat kembali membuka kedutaan di Seychelles pada 2023 setelah menutupnya pada 1996. Australia dan Amerika Serikat juga meningkatkan perhatian terhadap negara-negara Pasifik setelah hubungan Beijing dengan Kepulauan Solomon semakin dekat. Pada saat yang sama, negara-negara kecil tersebut tidak selalu sekadar memilih satu kubu. Seychelles, Maladewa, maupun negara kepulauan lainnya dapat menggunakan persaingan kekuatan besar untuk memperoleh investasi, bantuan pembangunan, akses pasar, dan kerja sama keamanan dari beberapa mitra sekaligus.
Dengan demikian, pola keterlibatan China dari Seychelles dan Maladewa hingga Kepulauan Solomon lebih tepat dilihat sebagai kombinasi kepentingan ekonomi, diplomatik, dan keamanan daripada sebuah strategi tunggal yang selalu menghasilkan tujuan sama. Infrastruktur memberikan manfaat pembangunan kepada negara penerima sekaligus dapat memperkuat hubungan politik Beijing dalam jangka panjang. Kerja sama keamanan kemudian menambahkan dimensi strategis, terutama ketika berlangsung di dekat jalur pelayaran penting atau kawasan yang selama ini menjadi lingkup pengaruh kekuatan lain. Namun, pemerintah negara-negara kepulauan tetap mempunyai kepentingan domestik dan ruang untuk menyeimbangkan hubungan dengan China, India, Amerika Serikat, Australia, serta mitra lainnya. Persaingan berikutnya kemungkinan akan semakin ditentukan bukan hanya oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kemampuan masing-masing negara menawarkan investasi, perdagangan, pembangunan infrastruktur, dan kemitraan yang dianggap menguntungkan oleh negara-negara kepulauan tersebut.