Jakarta, 11 Mei 2026 – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang semakin pesat ternyata memunculkan dampak psikologis baru. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan penggunaan AI secara berlebihan berpotensi membuat seseorang menjadi kurang percaya diri dalam mengambil keputusan maupun menyelesaikan tugas secara mandiri.
Para peneliti menilai kemudahan yang ditawarkan teknologi AI memang membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi, membuat tulisan, hingga menyelesaikan pekerjaan tertentu dengan cepat. Namun di sisi lain, ketergantungan yang terlalu tinggi dapat membuat kemampuan berpikir kritis dan rasa percaya diri pengguna perlahan menurun.
Dalam beberapa kasus, pengguna disebut mulai terbiasa meminta bantuan AI bahkan untuk tugas-tugas sederhana yang sebenarnya dapat diselesaikan sendiri. Kondisi ini dikhawatirkan membuat seseorang lebih ragu terhadap kemampuan pribadi dan terlalu bergantung pada rekomendasi teknologi.
Pakar psikologi digital menjelaskan bahwa kepercayaan diri umumnya tumbuh melalui proses mencoba, gagal, lalu belajar dari pengalaman. Ketika sebagian besar proses berpikir langsung dialihkan ke AI, ruang untuk mengembangkan kemampuan mandiri bisa menjadi lebih sempit.
Meski demikian, para ahli menegaskan AI tetap memiliki banyak manfaat positif apabila digunakan secara seimbang. Teknologi tersebut dinilai sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi kerja, hingga akses informasi bagi masyarakat luas.
Pengguna disarankan memanfaatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti penuh kemampuan berpikir dan kreativitas manusia. Pendekatan yang sehat adalah menggunakan AI untuk mendukung proses belajar dan pekerjaan sambil tetap melatih kemampuan analisis pribadi.
Fenomena ini juga menjadi perhatian di dunia pendidikan dan pekerjaan. Sejumlah institusi mulai mendorong penggunaan AI secara bijak agar siswa dan pekerja tetap mengembangkan kemampuan problem solving, kreativitas, serta kepercayaan diri dalam mengambil keputusan sendiri.
Di tengah perkembangan teknologi yang terus melaju cepat, para ahli menilai keseimbangan menjadi kunci utama. AI dapat menjadi alat yang sangat berguna, tetapi kemampuan manusia dalam berpikir, berkreasi, dan membangun rasa percaya diri tetap dianggap tidak tergantikan sepenuhnya oleh teknologi.