Jakarta, 17 September 2026 – Charles Spencer mengungkap klaim mengenai percakapan lama dengan Raja Charles III setelah kematian Putri Diana pada 1997. Adik mendiang Diana itu mengatakan Raja Charles, yang ketika itu masih bergelar Pangeran Wales, pernah menyampaikan pandangan bahwa perhatian publik terhadap Diana pada akhirnya akan mereda. Menurut Spencer, percakapan tersebut terjadi ketika keduanya membahas rencana pemakaman Diana setelah kecelakaan fatal di Paris. Ia mengingat adanya perbedaan pandangan mengenai bagaimana prosesi pemakaman seharusnya dilakukan. Spencer menginginkan acara yang lebih bersifat pribadi dan berpusat pada keluarga. Sementara keluarga kerajaan mempersiapkan pemakaman yang dapat mengakomodasi besarnya perhatian masyarakat.
Diana meninggal dunia pada 31 Agustus 1997 setelah mobil yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di terowongan Pont de l’Alma, Paris. Kematiannya pada usia 36 tahun memicu gelombang duka yang sangat besar di Inggris dan berbagai negara. Ribuan orang mendatangi Istana Kensington dan lokasi kerajaan lainnya untuk meletakkan bunga serta menyampaikan penghormatan. Situasi tersebut membuat perencanaan pemakaman menjadi persoalan yang membutuhkan keputusan cepat dari keluarga Diana dan kerajaan. Spencer mengaku pada awalnya tidak membayangkan prosesi berskala besar seperti yang akhirnya dilaksanakan. Ia merasa pemakaman seharusnya tetap memberikan ruang bagi keluarga untuk berduka secara pribadi.
Dalam penuturannya, Spencer mengklaim Raja Charles mengatakan bahwa Diana pada akhirnya akan dilupakan seiring berjalannya waktu. Spencer tidak sependapat dengan pandangan tersebut karena menilai kakaknya telah memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan masyarakat. Ia mengingat besarnya perhatian publik terhadap Diana bahkan sebelum kematiannya. Popularitas Diana juga tidak terbatas di Inggris karena aktivitas kemanusiaannya telah membuatnya dikenal secara internasional. Spencer kemudian menilai perkembangan selama hampir tiga dekade setelah kematian Diana menunjukkan kenangan terhadap kakaknya tetap bertahan. Namun, klaim mengenai percakapan pribadi tersebut berasal dari ingatan Spencer dan tidak disertai tanggapan langsung dari Raja Charles.
Spencer juga menceritakan adanya perdebatan mengenai keterlibatan Pangeran William dan Pangeran Harry dalam prosesi pemakaman. Ketika Diana meninggal, William berusia 15 tahun sedangkan Harry baru berusia 12 tahun. Spencer mengaku awalnya menentang gagasan kedua keponakannya berjalan di belakang peti jenazah ibu mereka. Menurutnya, anak-anak yang baru kehilangan ibu seharusnya tidak dibebani dengan prosesi publik yang disaksikan jutaan orang. Ia mengatakan perdebatan mengenai persoalan tersebut berlangsung cukup intens. Pada akhirnya, William dan Harry tetap mengikuti prosesi bersama ayah mereka, Pangeran Philip, dan Charles Spencer.
Pemakaman Diana berlangsung pada 6 September 1997 dan menjadi salah satu peristiwa kerajaan yang paling banyak disaksikan pada masanya. Peti jenazah Diana dibawa menuju Westminster Abbey melewati jalan-jalan London yang dipenuhi masyarakat. William dan Harry berjalan di belakang peti bersama Pangeran Charles, Pangeran Philip, dan Spencer. Tayangan prosesi tersebut disaksikan ratusan juta orang melalui televisi di berbagai negara. Spencer kemudian menyampaikan pidato penghormatan yang dikenal luas karena menyinggung kehidupan Diana serta tekanan besar yang dihadapinya. Setelah upacara publik selesai, Diana dimakamkan secara pribadi di kawasan keluarga Spencer di Althorp.
Kenangan mengenai Diana tetap menjadi bagian penting dalam sejarah modern keluarga kerajaan Inggris. Namanya terus dikaitkan dengan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk kampanye mengenai ranjau darat dan upaya mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS. William dan Harry juga beberapa kali berbicara mengenai pengaruh ibu mereka terhadap kehidupan serta kegiatan sosial yang mereka jalankan. Sejumlah pameran, dokumenter dan publikasi mengenai Diana terus muncul setelah kematiannya. Kondisi tersebut membuat kisah kehidupan Diana tetap mendapat perhatian dari generasi yang bahkan belum lahir ketika kecelakaan di Paris terjadi. Spencer melihat hal tersebut sebagai bukti bahwa pengaruh kakaknya tidak hilang setelah bertahun-tahun.
Hubungan antara Diana dan Charles sebelum perceraian mereka juga terus menjadi bagian dari perhatian publik terhadap keluarga kerajaan. Keduanya menikah pada 1981 dan resmi bercerai pada 1996 setelah menjalani pernikahan yang menghadapi berbagai persoalan. Setahun kemudian, kematian Diana menciptakan tekanan besar terhadap keluarga kerajaan karena respons awal istana mendapat kritik dari sebagian masyarakat. Dalam beberapa hari berikutnya, kerajaan menyesuaikan pendekatan terhadap gelombang duka publik yang terus membesar. Ratu Elizabeth II kemudian menyampaikan pidato khusus mengenai Diana sebelum pemakaman berlangsung. Periode tersebut kemudian dianggap sebagai salah satu masa paling sulit yang pernah dihadapi monarki Inggris modern.
Klaim terbaru Charles Spencer kembali membuka pembicaraan mengenai hari-hari setelah kematian Diana dan keputusan yang diambil menjelang pemakamannya. Pernyataan tersebut memberikan perspektif Spencer mengenai perbedaan pandangan antara dirinya dan pihak kerajaan pada saat keluarga sedang menghadapi tekanan besar. Meski demikian, isi percakapan pribadi yang diklaim terjadi hampir tiga dekade lalu tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan penuturan satu pihak. Raja Charles maupun Istana Buckingham belum memberikan tanggapan terperinci terhadap klaim tersebut. Diana sendiri tetap menjadi salah satu figur kerajaan Inggris yang paling banyak dikenang hingga sekarang. Warisan kemanusiaan serta kisah kehidupannya terus menjadi bagian dari perhatian publik hampir tiga dekade setelah kematiannya.