Jakarta, 6 November 2026 – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli mengajak sejumlah jurnalis mengenal praktik pertanian perkotaan atau urban farming melalui kegiatan berbasis komunitas BRInita. Program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI mendorong pemanfaatan lahan terbatas untuk menghasilkan tanaman pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan dengan konsep pertanian sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan perkotaan. Inisiatif tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan produktif.
Program BRInita atau BRI Bertani di Kota merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dirancang untuk membantu masyarakat memanfaatkan lahan kosong, pekarangan, maupun ruang terbatas sebagai area pertanian produktif. Dengan pendekatan berbasis komunitas, warga didorong untuk terlibat langsung dalam proses penanaman hingga pemanenan. Konsep tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya ketahanan pangan dari lingkungan terdekat.
Dalam kegiatan bersama jurnalis, peserta mendapatkan pengenalan mengenai teknik dasar bercocok tanam di kawasan perkotaan. Materi yang disampaikan mencakup pemilihan media tanam, perawatan tanaman, pengelolaan kebutuhan air, serta pemanfaatan ruang secara efisien. Metode pertanian seperti penggunaan pot, polybag, dan sistem hidroponik dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas. Peserta juga diajak memahami bagaimana kegiatan berkebun dapat dilakukan secara berkelanjutan. Melalui pengalaman langsung, konsep urban farming diharapkan lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
BRI Peduli menempatkan pemberdayaan komunitas sebagai salah satu unsur penting dalam pelaksanaan program BRInita. Keterlibatan warga tidak hanya bertujuan menghasilkan tanaman, tetapi juga membangun kebiasaan bekerja sama dalam menjaga lingkungan. Hasil pertanian dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif. Selain itu, keberadaan kebun komunitas berpotensi memperkuat hubungan sosial antarwarga. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertanian perkotaan memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar kegiatan menanam.
Pelaksanaan urban farming juga berkaitan dengan upaya meningkatkan ketahanan pangan masyarakat di tengah keterbatasan ruang perkotaan. Tanaman sayuran dan berbagai komoditas hortikultura dapat dibudidayakan dengan menyesuaikan kondisi lingkungan setempat. Penggunaan pupuk organik dan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi bagian dari praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Apabila dilakukan secara konsisten, kegiatan ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap sebagian kebutuhan pangan dari luar lingkungan tempat tinggal. Meski demikian, keberhasilan program tetap membutuhkan pendampingan, perawatan, dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan bersama jurnalis, BRI juga berupaya memperluas penyebaran informasi mengenai manfaat pertanian berbasis komunitas. Peran media dinilai penting dalam memperkenalkan praktik baik yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat di berbagai daerah. Pengalaman langsung dalam kegiatan bertani memberikan gambaran mengenai tantangan sekaligus peluang pengembangan urban farming. Program seperti BRInita dapat menjadi contoh pemanfaatan ruang perkotaan untuk mendukung aktivitas produktif. Kolaborasi antara perusahaan, komunitas, dan media diharapkan memperkuat kesadaran terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan.
Kehadiran BRInita melalui BRI Peduli memperlihatkan bahwa kegiatan pertanian tidak harus selalu dilakukan di wilayah pedesaan atau lahan yang luas. Dengan pengelolaan yang tepat, ruang terbatas di perkotaan dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan. Kegiatan yang melibatkan jurnalis menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan manfaat program kepada masyarakat yang lebih luas. BRI berharap pendekatan berbasis komunitas dapat mendorong semakin banyak warga mengembangkan kegiatan serupa secara mandiri. Melalui pemberdayaan yang berkelanjutan, urban farming berpotensi menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat perkotaan.