Jakarta, 29 Agustus 2026 – Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi panggung bagi peserta untuk menampilkan kreativitas dan kekayaan budaya Nusantara. Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Muhammad Ikhsan A.P atau Dika, yang berlari sejauh 8 kilometer menggunakan kostum tradisional Leak Bali.
Penampilan Dika berbuah penghargaan setelah dirinya dinobatkan sebagai pemenang kategori Best Costume Budaya. Kostum Leak Bali yang dikenakannya tampil mencolok di antara ribuan pelari yang memadati kawasan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/8/2026).
Dika diketahui merupakan warga yang berdomisili di Menteng, Jakarta Pusat. Ia mengikuti Merdeka Run untuk kedua kalinya setelah sebelumnya turut ambil bagian pada penyelenggaraan tahun 2025. Baginya, keikutsertaan dalam ajang tersebut bukan semata-mata untuk mengejar catatan waktu, melainkan juga menjadi cara untuk menunjukkan kecintaan terhadap Tanah Air.
Kostum Leak Berat Hampir 10 Kilogram
Keputusan Dika mengenakan kostum Leak Bali bukan tanpa pertimbangan. Kostum beserta berbagai ornamen yang digunakannya memiliki berat hampir 10 kilogram. Kondisi tersebut tentu membuat aktivitas berlari menjadi jauh lebih menantang dibandingkan peserta yang mengenakan pakaian olahraga biasa.
Dika bahkan mengaku membuat sebagian dari kostumnya sendiri hingga dini hari sebelum perlombaan berlangsung. Persiapan tersebut membuatnya tidak sempat beristirahat dengan cukup. Meski demikian, ia tetap bertekad menggunakan kostum tersebut ketika mengikuti perlombaan.
Bagi Dika, berat kostum bukan alasan untuk mengurungkan niat. Ia justru ingin menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk dengan membawanya ke dalam kegiatan olahraga.
Ingin Kenalkan Budaya Bali
Dika memilih Leak Bali karena ingin menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga identitas budaya Indonesia. Ia menilai budaya lokal perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, terutama di tengah perkembangan pariwisata dan masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar.
Menurutnya, Bali memiliki kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan sebagai bagian dari identitas Indonesia. Melalui penampilannya di Merdeka Run, ia ingin membuat semakin banyak orang mengenal budaya Bali sekaligus menyadari pentingnya menjaga warisan budaya Nusantara.
Pesan tersebut menjadi alasan utama Dika tidak memilih kostum olahraga biasa ketika mengikuti perlombaan. Ia ingin kehadirannya di lintasan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar berpartisipasi dalam kompetisi lari.
Bukan Mengejar Pace
Dika juga menegaskan bahwa dirinya tidak menjadikan kecepatan sebagai tujuan utama ketika berlari menggunakan kostum Leak Bali. Dengan beban hampir 10 kilogram yang melekat di tubuhnya, ia menyadari bahwa mengejar catatan waktu terbaik bukanlah hal yang realistis.
Sebaliknya, ia ingin memberikan semangat kepada peserta lain yang mengikuti Merdeka Run. Menurutnya, suasana perlombaan akan menjadi lebih menyenangkan ketika para peserta dapat saling memberikan dukungan selama berada di lintasan.
Keputusan tersebut membuat keikutsertaan Dika terasa berbeda. Ia membawa unsur hiburan, budaya, dan semangat kebersamaan sekaligus dalam satu penampilan.
Tahun Kedua Ikut Merdeka Run
Merdeka Run 2026 menjadi tahun kedua secara berturut-turut bagi Dika untuk ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pengalaman pada tahun sebelumnya membuatnya kembali tertarik untuk tampil dengan konsep kostum yang berbeda.
Ia menganggap Merdeka Run sebagai salah satu momentum yang tepat untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia. Apalagi kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Pada penyelenggaraan tahun ini, ribuan peserta ikut meramaikan perlombaan. Flag off dilakukan pada pukul 06.00 WIB dan dipimpin oleh sejumlah pejabat, sementara para peserta memulai perjalanan dengan berbagai kostum unik.
Bukan Hanya Leak Bali
Dika bukan satu-satunya peserta yang membawa unsur budaya ke lintasan Merdeka Run 2026. Peserta lain juga tampil dengan pakaian adat dari berbagai daerah Indonesia.
Salah satunya Nadia Elyanah, warga Jakarta Barat, yang memilih mengenakan pakaian adat Medan. Ia sengaja memilih busana tersebut karena merasa pakaian adat dari daerah lain sudah cukup sering digunakan dalam berbagai acara.
Ada pula peserta yang mengenakan kostum bernuansa Jawa, termasuk kostum gamelan dengan bobot sekitar tujuh kilogram. Beragam pilihan tersebut menunjukkan bahwa peserta memiliki cara masing-masing untuk mengekspresikan kecintaan terhadap budaya Indonesia.
Kostum Superhero Ikut Meramaikan
Selain pakaian adat, sejumlah peserta juga tampil dengan kostum karakter populer. Salah satunya Sugitno Cahyo dari Rawamangun, Jakarta Timur, yang berlari menggunakan kostum Spiderman.
Sugitno memilih karakter tersebut karena sudah mengidolakan Peter Parker sejak kecil. Ia juga ingin menggunakan momen olahraga untuk mengajak generasi muda menjalani gaya hidup aktif dan menjaga kesehatan.
Kehadiran peserta dengan kostum superhero, pakaian adat, hingga berbagai kreasi lainnya membuat suasana Merdeka Run 2026 semakin semarak.
12 Ribu Peserta Turut Ambil Bagian
Merdeka Run 2026 di kawasan Istana Merdeka diikuti sekitar 12 ribu peserta. Mereka menempuh rute lari sejauh 8 kilometer dengan suasana yang dipenuhi semangat kemerdekaan.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi perlombaan untuk menentukan pelari tercepat, tetapi juga menyediakan kategori khusus Best Costume. Penghargaan tersebut diberikan untuk mengapresiasi peserta yang mampu menghadirkan kostum kreatif bertema kemerdekaan dan tetap aman digunakan untuk berlari.
Kehadiran kategori tersebut membuka ruang bagi peserta untuk menampilkan identitas, kreativitas, dan pesan yang ingin mereka sampaikan melalui penampilan masing-masing.
Budaya Hadir di Tengah Ajang Olahraga
Kemenangan Dika dengan kostum Leak Bali memperlihatkan bahwa kegiatan olahraga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia. Kostum yang awalnya digunakan sebagai bagian dari penampilan perlombaan justru menjadi media untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga warisan budaya.
Bagi Dika, penghargaan Best Costume Budaya menjadi bonus dari niat utamanya mengikuti Merdeka Run. Ia ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia layak dibanggakan dan diperkenalkan melalui berbagai ruang, termasuk kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat luas.
Merdeka Run 2026 pun akhirnya tidak hanya meninggalkan cerita mengenai perlombaan lari, tetapi juga memperlihatkan keberagaman budaya dan kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
Muhammad Ikhsan A.P atau Dika berhasil meraih penghargaan Best Costume Budaya dalam Merdeka Run 2026 setelah berlari sejauh 8 kilometer dengan kostum Leak Bali berbobot hampir 10 kilogram. Ia memilih kostum tersebut untuk memperkenalkan budaya Bali sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya Indonesia.