Jakarta, 30 Agustus 2026 – PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatat hasil positif dari pengeboran Sumur Semberah-206 (SEM-20-US) milik PT Pertamina Hulu Sanga-Sanga (PHSS) Zona 9 di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Sumur tersebut menghasilkan produksi awal gas dan minyak yang jauh melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam proyek tersebut, Elnusa bertindak sebagai kontraktor pengeboran dengan mengoperasikan Rig EMR-001. Pengeboran dimulai pada 4 Juni 2026 dan dapat diselesaikan dalam waktu 45 hari. Setelah proses pengeboran rampung, sumur kemudian memasuki tahap uji produksi pada 19 Agustus 2026.
Hasil pengujian menunjukkan Sumur Semberah-206 menghasilkan produksi awal sebesar 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak. Angka tersebut jauh di atas target awal yang ditetapkan sebesar 2,1 MMSCFD gas dan 175 BOPD minyak.
Jika dibandingkan dengan target, produksi gas dari sumur tersebut mencapai sekitar 255 persen dari sasaran awal. Sementara produksi minyak berada di kisaran 232 persen dari target. Capaian tersebut menunjukkan potensi produksi yang berhasil dibuka melalui kegiatan pengeboran di aset hulu migas tersebut.
Keberhasilan pengeboran juga didukung penggunaan Rig EMR-001 untuk melakukan pengeboran berarah hingga kedalaman akhir mencapai 11.685 kaki measured depth (ftMD). Sumur Semberah-206 diketahui menghasilkan produksi dari tiga lapisan reservoir, yakni F083A, I089A, dan I072A, dengan kondisi tekanan reservoir yang dinilai baik.
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Menurutnya, kinerja operasional tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan pekerjaan pengeboran secara aman dan andal, tetapi juga dari kemampuan mengoptimalkan potensi aset serta meningkatkan produktivitas.
Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengintegrasikan keandalan peralatan, kompetensi kru, pengendalian operasi, dan disiplin eksekusi. Kombinasi tersebut diperlukan untuk memastikan proses pengeboran berlangsung sesuai parameter teknis yang telah ditentukan.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian selama pengerjaan Sumur Semberah-206. Operasi pengeboran menghadapi sejumlah dinamika teknis, termasuk kondisi yang berkaitan dengan pengendalian sumur atau well control. Tim Elnusa melakukan penanganan secara cepat dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.
Hingga pelaksanaan operasi tersebut, Rig EMR-001 mencatat 75.600 jam kerja aman atau safe man hours sejak proses tajak sumur. Catatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mempertahankan standar keselamatan dalam kegiatan pengeboran yang memiliki risiko teknis tinggi.
Bagi PHSS, pengeboran Sumur Semberah-206 merupakan bagian dari pengembangan lapangan migas di Struktur Semberah, Wilayah Kerja Sanga-Sanga. Pengembangan sumur baru dilakukan untuk menambah cadangan, meningkatkan tingkat perolehan migas, menahan penurunan produksi alamiah, sekaligus mempertahankan produksi dari lapangan yang telah memasuki fase matang.
Hasil Sumur Semberah-206 juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas aset hulu migas di Kalimantan Timur. Produksi awal yang mencapai lebih dari dua kali target memberikan gambaran positif terhadap potensi sumur tersebut pada tahap awal pengujian.
Di sisi lain, capaian ini memperkuat posisi Elnusa dalam bisnis jasa pengeboran hulu migas. Perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan daya saing layanan melalui penguatan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi aset yang dimiliki.
Elnusa juga menempatkan keberhasilan pengeboran tersebut sebagai bagian dari strategi untuk memberikan customer value sekaligus membangun pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Peningkatan kebutuhan optimalisasi aset hulu migas dinilai membuka peluang bagi perusahaan untuk memperluas kontribusinya dalam ekosistem energi nasional.
Dengan hasil produksi awal sebesar 5,36 MMSCFD gas dan 406 BOPD minyak, Sumur Semberah-206 berhasil melampaui target secara signifikan. Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kegiatan pengeboran yang dilakukan Elnusa mampu membuka potensi produksi lebih besar dari perkiraan awal, sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi migas nasional.